Skip to content

nikmat berjumpa dengan gagasan-gagasan besar

  • Home
  • Tentang Penulis
  • Toggle search form

Maratib Al-‘Amal, Sebuah Perbandingan Terjemahan Bahasa Indonesia

Posted on 23 September 202530 April 2026 By Budiman No Comments on Maratib Al-‘Amal, Sebuah Perbandingan Terjemahan Bahasa Indonesia

Bagi mereka yang terlibat dalam gerakan tarbiyah atau aktivitas dakwah yang berafiliasi pada gerakan ini, istilah maratib al-‘amal (peringkat atau tingkatan amal) merupakan salah satu ide penggerak maupun ide pembingkai (guiding idea) bagi aktivitas mereka. Peringkat amal merupakan penjabaran dari salah satu pilar (rukun), yaitu rukun amal, dari sepuluh pilar-pilar komitmen seorang aktivis kepada gerakan Islam. Rukun (pilar) amal ini membabar tujuan, sasaran yang mengarahkan aktivitas kepelakuan seorang aktivis. Pilar-pilar komitmen ini tercantum dalam sebuah risalah yang ditulis oleh Hasan Al-Banna, Risalah At-Ta’alim (selanjutnya disingkat RT).

Risalah At-Ta’alim ini sudah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dengan beragam latar penerjemah. Esai ini mencoba membandingkan beberapa terjemahan terhadap judul (heading) peringkat-peringkat amal itu, tanpa masuk pada perinciannya.

Berikut beberapa terjemahan yang digunakan :

  • Konsep Pembaharuan Masyarakat Islam, Hasan Al-Banna (penerj. Su’adi Sa’ad). Media Dakwah, Jakarta. 1986. (MD)
  • Da’wah Kami Kemarin dan Hari Ini, Al-Imam Assyahid Hasan Al-Banna (penerj. Rahmat Abdullah), cetakan II, Penerbit Firdaus, Jakarta. 1991. (FD)
  • Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin Jilid 1 (penerj. Anis Matta et.al). Cetakan kedua. Intermedia, Solo. 1998. (IM)
  • Kumpulan Risalah Dakwah Hasan Al-Banna Jilid 1 (penerj. Khozin Abu Faqih). Cetakan pertama. Al Itishom. 2006. (IO)

Teks arab mengacu pada link web berikut, https://www.ikhwan.wiki/index.php?title=%D8%B1%D8%B3%D8%A7%D9%84%D8%A9_%D8%A7%D9%84%D8%AA%D8%B9%D8%A7%D9%84%D9%8A%D9%85

Sebagai pembanding tambahan digunakan terjemahan bahasa Inggris yang diterbitkan oleh IIFSO, Six Tracts of Hasan Al-Banna’ (2006). (IF).

مراتب العمل المطلوبة من اللأخ الصادق
MD Sedangkan tingkat amal yang dituntut kepada kita adalah sebagai berikut
FD Tingkatan-tingkatan amal yang dituntut dari saudara yaitu,
IM Adapun tingkatan amal yang dituntut dari seorang akh yang tulus adalah
IO Adapun urutan amal yang dituntut dari seorang kader yang tulus adalah
IF Our sincer brothers are requested to work according to the following steps:

 

Ide utama bagian awal di atas adalah mengenai peringkat, tingkatan amal yang perlu dilakukan oleh seorang aktivis. Apakah peringkat  meniscayakan proses yang sekuensial, dimana peringkat selanjutnya tidak dapat dilakukan kecuali setelah selesain

ya peringkat sebelumnya ? Untuk menjawab pertanyaan ini disampaikan bahwa perlu dibedakan antara peringkat amal dan fase atau tahapan gerakan. Pertanyaan di atas sebenarnya lebih terkait dengan tahap gerakan. Fase atau tahap gerakan adalah keputusan organisasi. Fase gerakan didefinisikan dalam pilar ketaatan. Peringkat amal lebih pada bentuk komitmen, partisipasi, dan kontribusi amal seorang pribadi muslim.

I

إصلاح نفسه
MD Memperbaiki diri sendiri
FD Memperbaiki diri
IM Perbaikan diri sendiri
IO Memperbaiki diri sendiri
IF Reforming the self

 

Karena terkait dengan aktivitas umumnya terjemahan bahasa Indonesia di atas menggunakan kata kerja (“memperbaiki”), mungkin dinilai lebih cocok dengan cita-rasa bahasa Indonesia. Hanya terjemahan dari Intermedia yang menggunakan kata benda (“perbaikan”). Terjemahan Intermedia juga umumnya konsisten menggunakan kata benda untuk tajuk-tajuk peringkat amal ini, misal perbaikan, pembentukan, bimbingan, pembebasan, penegakan, kecuali pada V dan atau VI.

Terjemahan Media Dakwah, kecuali II (“pembentukan rumah tangga muslim”) secara umum konsisten menggunakan kata kerja, demikian juga terjemahan Al I’tishom, kecuali VII (“kepeloporan”). Terjemahan dari Rahmat Abdullah, juga cukup konsisten menggunakan kata kerja, kecuali VII (“keguruan”).

Terjemahan bahasa Inggris dari IIFSO umumnya menggunakan gerund (bentuk kata kerja berakhiran -ing yang digunakan sebagai kata benda) seperti reforming, istructing, establishing, rebuilding, kecuali pada IV (liberation).

Rahmat Abdullah mencukupkan dengan “Memperbaiki diri” tanpa tambahan “sendiri”, mungkin karena konsep diri sudah cukup merujuk kepada identitas yang spesifik, orang yang dituju oleh pesan dari risalah ini.

II

وتكوين بيت مسلم
MD Pembentukan rumah tangga Muslim
FD Membina rumah tangga muslim
IM Pembentukan keluarga muslim
IO Membentuk keluarga muslim
IF Establishing an islamic home

Kecuali terjemahan dari Rahmat Abdullah, semua terjemahan menggunakan ungkapan pembentukan maupun membentuk. Rahmat Abdullah memilih menggunakan kata “membina”, pilihan kata yang sekilas lebih imajinatif secara visual karena kedekatannya dengan kata rumah tangga (objek konkret).

III

إرشاد المجتمع
MD Memperingatkan masyarakat
FD Membimbing masyarakat
IM Bimbingan masyarakat
IO Membimbing masyarakat
IF Instructing and guiding the society

Hanya terjemahan Media Dakwah yang agak berbeda dengan memaknai kata irsyad dengan memperingatkan. Membimbing lebih umum dan lebih mencakup dari sekedar memberi peringatan.

IV

وتحرير الوطن
MD Berjuang mencapai kemerdekaan
FD Memerdekakan tanah air
IM Pembebasan tanah air
IO Memerdekakan tanah air
IF Liberation of the homeland

Konsep tahrir kebanyakan diasosiasikan dengan kemerdekaan. Kecuali terjemahan Intermedia dan IIFSO yang menerjemahkannya sebagai pembebasan. Pembebasan secara umum memiliki makna lebih luas dibanding dengan kemerdekaan yang umumnya merujuk pada lepasnya pendudukan (kekuasaan) bangsa lain. Jika merujuk lanjutan tajuk ini (“..baik secara politik, ekonomi, maupun moral.”) maka istilah pembebasan lebih tepat.

V

وإصلاح الحكومة
MD Memperbaiki pemerintahan
FD Memperbaiki pemerintahan
IM Memperbaiki  keadaan pemerintah
IO Membenahi pemerintahan
IF Reforming the government

Konsep ishlah di sini umumnya dimaknai dengan memperbaiki. Kata membenai pada terjemahan Al I’tishom sebenarnya mirip, tetapi nilai rasanya agak berbeda. Membenahi lebih condong kepada benda konkret. Karena pemerintahan merupakan kata yang mengacu pada aktivitas, bukan benda-bendanya, memperbaiki lebih tepat digunakan. Terjemahan Intermedia agak boros kata dengan menambahkan “keadaan”.

VI

إعادة الكيان الدولي للأمة الإسلامية
MD Menjaga keamanan internasional
FD Mengembalikan sifat internasional umat Islam
IM Usaha mempersiapkan seluruh aset negeri di dunia ini untuk kemaslahatan umat Islam.
IO Mengembalikan eksistensi kenegaraan (al-kayyan ad-dauli) bagi umat Islam
IF Rebuilding the international prominence of the islamic umma

Terjemahan terhadap tajuk peringkat amal ke-6 ini banyak perbedaan. Kata i’adah mengandung makna kembali, pengembalian. Terjemahan Rahmat Abdullah dan Al I’tishom secara tepat mengungkapkan ide itu. Sedangkan terjemahan Intermedia, mengungkapkan ide persiapan.

Perbedaan muncul untuk memaknai kata “kayyan” dan “dauli”. Rahmat Abdullah memaknai “kayyan” dengan sifat, sedangkan “dauli” dengan internasional, sehingga “al-kayyan ad-dauli” diterjemahkan dengan sifat internasioanl . Intermedia, memaknai “al-kayyan ad-dauli” dengan “aset negeri di dunia ini”. Terjemahan bahasa Inggris mengacu pada “keunggulan internasional”. Sedangkan terjemahan Al-I’tishom memaknai dengan “kayyan” sebagai eksistensi, sedangkan “dauli” dengan kenegaraan, sehingga “al-kayyan ad-dauli” diterjemahkan sebagai eksistensi kenegaraan.

Menurut penulis, “kayyan” yang bermakna entitas tepat diterjemahkan sebagai eksistensi, sedangkan “dauli” pada konteks ini bermakna internasional. Sehingga, lebih tepat jika tajuk peringkat amal ke-6 ini dapat diterjemahkan dengan, “Mengembalikan eksitensi internasional umat Islam.” Selain muatan politik (kemerdekaan negeri-negeri Islam lain), peringkat ke-6 ini juga memuat pengembalian keagungan, keunggulan peradaban-kebudayaan umat.

VII

و أستاذية العالم بنشر دعوة الإسلام في ربوعه
MD Sebarkan Da’wah
FD Keguruan atas dunia, dengan menyebarkan da’wah Islam di pelosok-pelosoknya
IM Penegakan kepemimpinan dunia dengan penyebaran dakwah Islam di seantero negeri
IO Kepeloporan internasional (ustadziyatul ‘alam), yaitu dengan menyebarkan dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia
IF Instructing the world about the Islamic ideology.

Konsep ustadziyatul ‘alam ini mengandung muatan yang mungkin agak ambigu bagi sebagian orang. Ide utamanya adalah menyebarluasan dakwah Islam ke seluruh dunia. Bagaimana penyebaran dakwah ini dilakukan ? Ini yang menjadi ambigu, karena Al Banna menyitir ayat mengenai perang dalam konteks ini. Menilik konsep guru di sini, juga menimbang sebagaimana pernah disitir oleh Al-Banna bahwa inti dakwah adalah fikrah (ide), dan penanaman fikrah tidak mungkin dengan paksaan apalagi kekerasan; maka konsep ustadziatul ‘alam tepat dimaknai seperti terjemahan Rahmat Abdullah, “Keguruan atas dunia”. Dalam konsep “keguruan” ini termuat konsep keunggulan peradaban, yang disinggung juga pada peringkat amal ke-6.

Istilah “soko guru peradaban” sering juga diungkapkan sebagai padanan ustadziyatul ‘alam. Istilah soko guru mengacu pada pilar utama penyangga bangunan. Soko guru peradaban berarti tiang penyangga peradaban. Bukan ide ini yang termuat dalam konsep ustadziyatul ‘alam.

Setelah membandingkan beragam terjemahan di atas, kita dapat merangkai kembali terjemahan tajuk-tajuk peringkat amal di atas, sejauh pemahaman penulis, sebagai berikut :

I Memperbaiki diri
II Membina rumah tangga muslim
III Membimbing masyarakat
IV Memperbaiki pemerintahan
V Membebaskan tanah air, dari ..
VI Mengembalikan eksistensi internasional umat Islam
VII Keguruan atas dunia

 

Peradaban Buku, Esai Tags:hasan al banna, dakwah dan tarbiyah

Post navigation

Previous Post: Logika Perasaan dan Dialektika Pelukisan-Emotif Melalui Pelukisan Artistik Dalam Al-Qur’an
Next Post: Refleksi Terhadap Risalah Dakwah Kami Di Zaman Baru Hasan Al-Banna

More Related Articles

Membabar Visi Sayyid Qutb tentang Manusia Fikrah Esai
Risalah At-Ta’alim Sebagai Peta Kognitif Aktivis Dakwah Artikel
Kunci Kepribadian, Refleksi Atas Seri Kejeniusan Karya Al-‘Aqqad Artikel
Fenomena Kenabian dan Wahyu, Basis Rasional Keyakinan Keagamaan Peradaban Buku
Logika Perasaan dan Dialektika Pelukisan-Emotif Melalui Pelukisan Artistik Dalam Al-Qur’an Esai
Koherensi Tematis dalam Tafsir Al-Azhar Buya Hamka, Studi Kasus Surat Al-Baqarah (Bagian 2) Refleksi Surat Al-Baqarah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026 nikmat berjumpa dengan gagasan-gagasan besar.

Powered by PressBook Blog WordPress theme